Mitos-mitos Tentang Polisi!

Polisi menjalankan hukum yang sah. Pada kenyataannya, rata-rata polisi bukanlah ahli hukum; dia mungkin tahu protokol dalam departemennya, tapi tidak begitu banyak mengetahui tentang hukum yang sebenarnya. Hal tersebut menunjukan bahwa penegakan hukum mereka lakukan dengan gertakan, improvisasi, dan ketidakjujuran. Polisi berbohong dalam hal-hal mendasar: “saya baru mendapatkan laporan bahwa seseorang dengan ciri-ciri seperti anda membuat kejahatan di sekitar tempat ini. boleh kaish lihat KTPnya?”

Ini bukan berarti kita harus menerima hukum yang sah tanpa berpikir juga. Seluruh sistem yudikatf melindungi mereka yang memiliki hak istimewa orang kaya dan berkuasa. Taat hukum tidak selalu berarti benar secara moral-bisa saja itu merupakan hal yang amoral. Sebelumnya perbudakan adalah hal legal, sedangkan membantu budak yang kabur adalah hal ilegal. Begitu pula dengan Nazi, merea berkuasa di Jerman melalui pemilihan yang demokratis dan lolos secara hukum melalui alur yang sudah ditentukan. Kita harus memiliki kekuatan hati nurani untuk melakukan apa yang menurut kita adalah hal yang terbaik, terlepas dari hukum dan intimidasi polisi.

Continue reading “Mitos-mitos Tentang Polisi!”

Kerja; Bentuk Modern Dari Perbudakan

Semakin engkau mematuhi pernyataan dari realitas dominan, semakin pula kau memerintah sebagai subjek di bawah realitas mental, pada akhirnya kau akan mematuhi dirimu sendiri …. Sebuah bentuk perbudakan telah berhasil ditemukan, yaitu menjadi budak.

Coba bayangkan bahwa yang kau pikirkan, lakukan dan ucapkan hari ini bukanlah atas kehendakmu namun dengan tanpa mau mempertanyakan hal itu, kau terus melakukannya, menjadi rutinitas yang biasa dan kemudian kau pun mendefinisikan hal tersebut sebagai kebiasaan, yang paling menyedihkan kau pun kemudian menyimpulkan bahwa itulah dirimu;

Continue reading “Kerja; Bentuk Modern Dari Perbudakan”

Menakar Demokrasi: Sebuah Perspektif Anarkis

Belakangan terjadi kesalahpahaman mendasar perihal bagaimana kaum anarkis memahami demokrasi. Secara tegas, kaum anarkis bukanlah prodemokrasi atau sekadar penyokong demokrasi-langsung maupun jenis demokrasi radikal lainnya. Demokrasi sebagai suatu konsep modern mengenai pemerintahan politik, yang mendasari konsepnya melalui “aspirasi kekuasaan politik mayoritas”, bukanlah sesuatu yang anarkis. Dengan diiringi riuhnya ajang Pesta Demokrasi, banyak kaum radikal terbelit gaung kaum kiri nasional untuk berpartisipasi bersama elit-elit politik, untuk “merayakan demokrasi”, bahkan beberapa kaum anarkis menganggap diri mereka sebagai aktivis prodemokrasi. Dalam situasi demikian, penting bagi kami untuk menyebarkan tulisan ini sebagai suatu kritik total atas demokrasi—dalam bentuknya yang langsung maupun yang terwakilkan.

Continue reading “Menakar Demokrasi: Sebuah Perspektif Anarkis”

Melawan Ideologi?

Pada Mei lalu, seorang anggota CrimethInc diundang untuk berbicara tentang The End of Ideology and the Future Events dalam sebuah panel di Festival Babylonia 2010 di Athena, Yunani. Kami telah memoles catatan dari diskusi itu menjadi teks yang mengeksplorasi apa itu ideologi, apa maksud dari menentang ideologi, dan apa yang bisa menggantikan ideologi sebagai fondasi untuk perlawanan.

Continue reading “Melawan Ideologi?”

Sebuah Panduan Bertahap Untuk Aksi Langsung

Apa Artinya, Apa Gunanya, dan Bagaimana Cara Kerjanya

Aksi Langsung, secara sederhana, memiliki arti menyingkirkan perantara: menyelesaikan permasalahan secara mandiri daripada mengajukan petisi kepada otoritas atau mengandalkan lembaga eksternal. Segala tindakan yang mengesampingkan regulasi dan tidak mengandalkan seorang perwakilan untuk menyelesaikan permasalahan merupakan sebuah aksi langsung—itu berarti termasuk apapun yang kalian lakukan, mulai dari memblokade bandara hingga membantu seorang pengungsi melarikan diri ke tempat aman dan menyusun program untuk membebaskan lingkungan sekitarmu dari ketergantungan pada kapitalisme. Di sini kami menyajikan panduan bertahap untuk mengatur dan melakukan aksi langsung, dari tahap perencanaan pertama hingga proses evaluasi di akhir, termasuk dukungan hukum, strategi media, dan keamanan yang tepat.

Continue reading “Sebuah Panduan Bertahap Untuk Aksi Langsung”

Situasi Rusia dan Ukraina: “Anti-Imperialis bagi para Idiot!”

 

Sejak Putin memutuskan untuk menginvasi Ukraina, dari kaum Kiri, Moderat, dan bahkan kaum anarkis, terjerembab dalam kubuntuan ideologi sendiri. Bagi kami, tak ada satupun yang memuaskan dari analisis-analisis pro dan anti, atau bahkan secara fatalnya mengklaim bahwa mendukung masyarakat Ukraina yang sedang berjuang melawan invasi sebagai sesuatu yang sia-sia, hanya karena Ukraina juga bagian dari Kapitalisme Barat – sayangnya, masih banyak sekali anarkis yang berpikir seperti ini.

Continue reading “Situasi Rusia dan Ukraina: “Anti-Imperialis bagi para Idiot!””

Papua: Negara, Nasionalisme dan Kapital Multinasional

 

“Saya tidak bisa membayangkan bahwa pemerintah Amerika, Belanda, Jepang atau Australia mempertaruhkan […] hubungan mereka dengan Indonesia hanya karena alasan prinsipil demi orang-orang yang sangat primitif dan jumlahnya relatif sedikit.” –  ujar seorang diplomat rasis Inggris pada tahun 1968.

Continue reading “Papua: Negara, Nasionalisme dan Kapital Multinasional”

Bertani atau Mati: Wawancara dengan Widodo PPLP Kulonprogo

Wawancara ini kami muat kembali dalam rangka menghormati mendiang Mas Widodo yang telah memberikan kita  semua semangat untuk terus berjuang di setiap titik api. Panjang umur perjuangan. Panjang umur Anarki. 

Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP) mungkin adalah salah satu serikat petani paling berani di Jawa dalam artian jumlah massa yang siap melakukan bentrok dengan polisi demi mempertahankan tanah mereka. Proyek penambangan pasir besi di sepanjang pesisir selatan Kulon Progo (tepatnya mulai Pantai Trisik-Pantai Glagah) yang dilakukan oleh Jogja Magasa Iron (JMI) sejak 2006 itu, mandek sampai sekarang. Kenapa PPLP terus menolak dan nyaris tidak menyisakan ruang untuk negosiasi? Berikut wawancara KONDE dengan Widodo, salah satu pentolan PPLP pada 2010 disusul wawancara lain pada 2012.
Apa memang tidak ada ruang sama sekali untuk negosiasi?

Apa yang dinegosiasikan? Tidak ada. Menolak. Itu harga mati. Maka kalau pemerintah, baik Pemda Kulonprogo maupun Pemda Provinsi Yogyakarta terus memaksa, maka kami akan terus melawan.

Continue reading “Bertani atau Mati: Wawancara dengan Widodo PPLP Kulonprogo”