Surat dari Dalam Penjara

Salam hangat dariku untuk kalian semua yang membaca tulisan ini.

Aku membuat surat ini sebagai sebuah pernyataan atas semua tindakan yang sudah ataupun belum kulakukan. Aku sadar bahwa terdapat pro dan kontra dalam setiap langkah kehidupan yang kita jalani, entah itu tentang aku, dirimu, ataupun orang-orang di sekitarmu. Tulisan ini hanya satu dari sekian banyak cara yang dapat kulakukan sebagai bentuk protesku terhadap negara.

Ruang hidup jelas merupakan hal yang paling penting bagi seluruh hajat hidup umat manusia.  Namun, permasalahan tersebut bukan sekadar untuk dipikirkan saja, perlu ada aksi nyata yang harus kita perbuat.

Hari ini, tepat 5 bulan aku bertahan dalam kurungan penjara. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, aku ditahan karena upaya mempertahankan ruang hidup yang telah kutinggali sejak kecil. Peristiwa ini terjadi sekitar lima bulan yang lalu ketika aku memilih untuk bersikap kontra terhadap pembangunan salah satu mall terbesar di kota yang kutinggali.

Aku memilih untuk melakukan aksi nyata yang cukup liar: melempar bom molotov ke arah bangunan mall yang hendak diresmikan. Aku melakukan perbuatan itu karena ada sesuatu yg menggangguku, keluargaku, dan siapapun yang tinggal di dekat bangunan terkutuk tersebut.

Jika ada orang yang berkomentar bahwa tindakan yang kuperbuat adalah suatu kesalahan, maka aku menyatakan bahwa ada yang salah dalam pemikiran mereka. Kita jelas mengetahui bahwa pembangunan berskala besar entah itu pabrik, gedung tinggi, perhotelan ataupun mall akan menimbulkan banyak resiko dan dampak pada masyarakat, ekosistem, dan habitat makhluk hidup yang berada di sekitarnya. Kita jelas mengetahui bahwa para pemodal tidak akan memikirkan hal tersebut. Satu-satunya hal yang mereka pikirkan adalah bagaimana cara mengolah sesuatu menjadi keuntungan bagi mereka sendiri.

Aku sarankan kepada kalian, jangan anggap bahwa ketika bangunan sudah jadi secara utuh maka kita bisa berbelanja atau sekadar mengunjunginya. Jangan pula beranggapan bahwa kita bisa bekerja di tempat itu. Jika terlontar pemikiran tersebut, maka kalian perlu tahu bahwa itu hanyalah tipu daya untuk mengobrak-abrik pemikiran kita. Tipu daya yang membuat kita berpikir bahwa semuanya akan baik-baik saja. Mereka datang dari luar, membangun, mengolah dan mengambil segala sumber daya mulai dari air hingga tenaga yang kita miliki demi keuntungan semata.

Ironisnya, kita lupa kepada tempat kita dilahirkan, tempat kita tumbuh, dan tempat yang kita tinggali saat ini. Bukannya aku yang terlalu idealis atau semacamnya, tetapi aku hanya menghawatirkan semuanya. Bukannya aku terlalu memikirkan hal lain ketimbang diriku sendiri, namun ini semua adalah perihal hidup, perihal manusia, perihal segala macam hal yang ada di bumi. Bagiku, mempertahankan ruang hidup sangatlah penting selagi kita masih hidup di dalamnya. Aku sadar bahwa sikap yang kuambil saat ini adalah sikap yang timbul dari hati sebagai seorang manusia yang berusaha untuk mempertahankan ruang hidupnya.

Pesan singkat ini aku berikan kepada kalian semua: teman baik, keluarga, kekasih, dan siapapun yang membaca tulisan ini. Aku akan tetap seperti ini, tetap menjadi liar di depan mereka: para penguasa. Aku memilih untuk menjadi kontra untuk mereka. Aku memilih bersikap berbeda pada mereka. Pembangunan ini adalah titik awal bagi kita untuk berjalan menuju kiamat. Akan banyak pembangunan di sekitar kita hari ini, besok, ataupun besok lusa. Persiapkanlah semuanya, persiapkan perlawananmu dan segala resikonya. Kita harus tetap mempertahankan ruang hidup. Kita harus tetap menjaganya. Jangan sampai tanah yang kita pijak diambil alih mereka.  Tetap pertahankan posisi kalian. Sampai bertemu kembali di segala pemberontakan. Aku belum mati dan aku akan pulang!

Salam hangat dariku, kawan kalian yang sedang berada di balik jeruji. Tetaplah menjadi unggun di setiap api!


Untuk tahanan lokal maupun internasional — Eric King, dan tahanan anarkis lainnya di seluruh dunia, khususnya Toby Shone (lekaslah membaik dan ingat selalu bahwa kami tidak akan pernah melupakanmu).

Sampai semuanya bebas dan penjara rata dengan tanah!

UNTUK ANARKI!